Yang Sunnah dan Yang Makruh ketika Shaum

Tidak ada komentar 1235 views
SUNNAH-SUNNAH SHAUM

1. Bersegera berbuka.

Rasulullah bersabda :

لاَيَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجِلُوا الْفِطْرَ

“Manusia tetap akan baik selama mereka bersegera berbuka.”[1]

2. Berbuka dengan kurma atau air. Dan yang lebih utama adalah dengan kurma.

عَنْ أَنَسٍ بْنِ مَالِك قَالَ : كَانَ رَسُوْلُ الله يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ, فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٍ فَتَمْرَاتً, فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَمْرَاتٍ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

Dari Anas bin Malik, ia berkata : “Adalah Rasulullah berbuka dengan beberapa biji kurma basah ( ruthab ) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada, maka dengan beberapa biji kurma kering ( tamr ). Dan jika tidak ada, maka beliau minum beberapa teguk air.”[2]

3. Berdo’a ketika akan berbuka.

Adapun do’a yang dibaca Rasulullah ketika akan berbuka adalah :

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ الله

“Telah hilang dahaga, telah basah kerongkongan, dan telah tetap pahalanya, Insya Allah.”[3]

4. Sahur, yaitu makan dan minum diakhir malam dengan niat shaum.

 

Rasulullah bersabda :

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُوْرِ بَرَكَةً

“Bersahurlah, sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat barokah.”[4]

5. Mengakhirkan sahur hingga bagian akhir malam, yaitu sebelum terbitnya fajar shadiq.

Rasulullah bersabda :

عَجِّلُوا اْلإِفْطَارَ وَأَخِّرُوا السَّحُوْرَ

“Segerakanlah berbuka dan akhirkanlah sahur.”[5]

 

HAL-HAL YANG DIMAKRUHKAN KETIKA SHAUM[6]

Adapun beberapa perkara yang dimakruhkan atas orang yang shaum, yang dikhawatirkan akan merusak shaumnya, walaupun sebenarnya tidak merusak shaum.

  1. Terlalu dalam ketika berkumur dan menghirup air ke hidung saat berwudhu’.
  2. Mencium, sebab terkadang dapat membangkitkan syahwat sehingga shaumnya rusak, baik karena keluar mani, atau kemudian menjadikan ia berjima’ ( menggauli isterinya ).
  3. Terus menerus memandang istri dengan syahwat.
  4. Berfikir urusan jima’.
  5. Bercumbu dengan isteri.
  6. Mencicipi masakan atau makanan.
  7. Berkumur-kumur bukan karena wudhu’, atau kepentingan lainnya yang dianggap perlu.
  8. Bercelak di awal siang.
  9. Berbekam, apabila khawatir menjadikan dirinya lemah dan membuat ia berbuka.


[1]           Shahih Bukhari, hadits no 1987; Shahih Muslim, hadits no 1098.

[2]           HR. Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi; hadits ini dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir, hadits no 4995.

[3]           Sunan Abu Daud, hadits no 2357; dan dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir, hadits no 4678.

[4]           Shahih Bukhari, hadits no 1923; Shahih Muslim, hadits no 1095.

[5]           Riwayat Imam Thabrani, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir, hadits no 3989.

[6]           Minhajul Muslim, hal 311-312.

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Yang Sunnah dan Yang Makruh ketika Shaum"