Khutbah Jum’at: Selektif Dalam Mengambil Ilmu

Tidak ada komentar 827 views

إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ

أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه

اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدًى   بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدّيْنِ

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Hadirin jamaah shalat Jum’at yang dirahmati Allah

Alhamdulillah kita memuji dan bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, atas nikmat-Nya kita semua diberikan keyakinan Islam dengan Iman yang tertancap kokoh dalam jiwa, dan kesehatan sehingga kita semua mampu menjalankan rutinitas ritual ibadah kita kepada Allah Ta’ala yakni melaksanakan shalat Jum’at dalam situasi tenang dengan penuh kekhusyukan.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah limpahkan kepada Nabi kita, guru besar Islam, yang telah mengajarkan dan menjelaskan seluruh isi agama ini kepada kita, yakni Nabi Muhammad  Shallallahu ‘alaihi wasallam, semoga shalawat dan salam tercurahkan juga kepada keluarganya, sahabatnya, serta kepada kita selaku ummatnya.

Khatib berwasiat kepada seluruh jamaah, khususnya kepada diri khatib pribadi agar senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah, memperkuat keimanan, memperketat keamanan dan menghiasi hidup dengan pelbagai amal peribadahan. Dengan semua itulah kita akan terjaga di dunia maupun di akhirat kelak.

Ma’asyiral muslimin yang dirahmati Allah

Menuntut ilmu agama untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan mewariskan amal shalih adalah tanda kebaikan yang Allah Azza wa Jalla kehendaki bagi para hamba yang dipilih-Nya, sekaligus merupakan jalan menuju surga-Nya. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

Barangsiapa Allah kehendaki baginya kebaikan maka Dia akan  menjadikannya paham (berilmu) tentang (urusan) agama (Islam). (HR. Al-Bukhâri, no. 2948 dan Muslim, no. 1037)

Dari hadits tersebut kita telah memahami makna tersiratnya, bahwa umat Islam diperintahkan oleh Allah untuk senantiasa menuntut ilmu agama, karena diberikan kelebihan ilmu dalam masalah agama merupakan salah satu simbol kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Namun, dalam mencari ilmu agama banyak sekali disiplin-disiplin ilmu yang mesti kita perhatikan. Salah satunya adalah dari siapakah kita mengambil atau mempelajari ilmu tersebut? Karena Imam Malik rahimahullah pernah mengatakan:

إِنَّ هذَا الْعِلْمَ هُوَ لَحْمُكَ وَدَمُّكَ  وَعَنْهُ تَسْأَلُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَانْظُرُوْا عَمَّنْ تَأْخُذُهُ

“Sesungguhnya ilmu itu adalah darah dagingmu, dan kamu akan ditanya pada hari kiamat. Maka perhatikanlah dari siapa kamu mengambilnya.”

Dahulu para penuntut ilmu sangat memperhatikan dari siapa mereka belajar ilmu agama, dari mana mereka mengambil rujukan ilmu yang mereka pelajari. Namun, sekarang sangat disayangkan kebanyakan kaum muslimin saat ini lebih memerhatikan dan menyeleksi kepentingan dunia, sedangkan dalam urusan agama mereka sering melalaikannya dan sangat tidak selektif dalam mengambil rujukan bahkan terkesan ‘asal comot’ lebih memperturutkan hawa nafsu dan mencari dalil pembolehan terhadap apa yang mereka lakukan, hingga akhirnya resiko tidak bermanfaatnya ilmu dan tidak bertambahnya rasa takut kepada Allah Ta’ala sudah tak dapat dihindari lagi.

Dalam kitab Fadhlu ‘Ilmi as-Salaf ‘ala ‘Ilmi Khalaf Imam Ibnu Rajab al-Hambali berkata: “Ilmu yang bermanfa’at dari semua ilmu adalah mempelajari dengan seksama dalil-dalil al-Qur`an dan Hadits Rasulullah serta berusaha memahami kandungan maknanya, dengan mendasari pemahaman tersebut dari para sahabat, tabi’in, dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam memahami al-Qur`an dan Sunnah, begitu juga dalam halal dan haram, pengertian zuhud, amalan hati atau penyucian jiwa, pengenalan nama dan sifat Allah, serta pembahasan ilmu lainnya, dengan memperhatikan shahih dan tidaknya riwayat ilmu untuk memahami kandungannya”.

Dari pemaparan di atas, menunjukan bahwa ilmu yang bermanfa’at dan akan memberi manfaat bagi orang lain adalah ilmu yang bersumber dengan jelas, dari al-Qur`an dan hadits shahih dengan pemaparan para sahabat dan orang-orang yang mengikuti jalan mereka. Selain itu, ilmu yang sumbernya jelas juga akan menambah rasa takut kita kepada Allah Ta’ala. Sebagaimana firman Allah:

إنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

“Sesungguhnya yang takut kepada Allâh diantara para hamba-Nya, hanyalah orang-orang yang berilmu (mengenal Allah).”  (Fathir ayat : 28)

Hadirin jamaah shalat jum’at yang dirahmati Allah

Dari sini kita mengetahui, ilmu yang bermanfaat bukan hanya sekedar pandai menyusun diksi dan retorika indah, bahkan bisa jadi sebaliknya banyak sekali dusta-dusta di balik retorika yang disampaikan hanya demi mendapatkan materi dunia na’udzubillah. Inilah yang menjadi alasan utama ulama ahlus sunnah sangat berhati-hati dalam memilih guru dan memperingatkan dengan tegas kepada para kita selaku penuntut ilmu unutk berhati-hati akan hal ini.

Ini adalah suatu hal yang wajar, ilmu agama adalah ilmu yang akan menumbuhkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Ta’ala. Maka kita benar-benar membutuhkan guru yang baik dan yang menjunjung tinggi integritas keilmuannya, dengan itu kita pun akan mendapat kebaikan dan mampu memberi pengaruh yang baik bagi orang lain. Sebaliknya jika guru tersebut tidak memiliki ilmu yang bermanfaat dan tidak menjaga integritas keilmuannya, maka bagaimana ia mampu memberikan pengaruh baik bagi kita?

Maka dari itu, berhati-hatilah kita dalam mengambil ilmu perhatikan dan telitilah kembali dari mana dan dari siapakah kita mengambilnya. Semoga kita semua dijauhkan dari orang-orang yang hanya mencari kepentingan dunia atas nama agama Aamiin yaa Rabbal ‘alamiin.

Khutbah ke dua

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، نبينا محمد و آله وصحبه ومن والاه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنَّ محمّداً عبده ورسولهُ

أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه

اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدًى   بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدّيْنِ

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Hadirin jamaah shalat jum’at yang dirahmati Allah …

Mulai saat ini marilah kita senantiasa berhati-hati dalam mengambil ilmu agama. Selalu memperhatikan dan meneliti sumber-sumber ilmu yang kita ambil. Semoga kita semua dapat menjaga integritas ilmu agama yang Rasululallah wariskan kepada kita semua. Terakhir marilah dengan segala kerendahan hati dan menghinakan diri di hadapan Rabbul Izzati kita memohon dan berdo’a untuk kita dan seluruh umat Islam.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ
اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعاً مَرْحُوْماً، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقاً مَعْصُوْماً، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْماً
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَاناً صَادِقاً ذَاكِراً، وَقَلْباً خَاشِعاً مُنِيْباً، وَعَمَلاً صَالِحاً زَاكِياً، وَعِلْماً نَافِعاً رَافِعاً، وَإِيْمَاناً رَاسِخاً ثَابِتاً، وَيَقِيْناً صَادِقاً خَالِصاً، وَرِزْقاً حَلاَلاً طَيِّباً وَاسِعاً، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجمع كلمتهم عَلَى الحق، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظالمين، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعَبادك أجمعين
اللَّهُمَّ رَبَّنَا اسْقِنَا مِنْ فَيْضِكَ الْمِدْرَارِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ لَكَ في اللَيْلِ وَالنَّهَارِ، الْمُسْتَغْفِرِيْنَ لَكَ بِالْعَشِيِّ وَالأَسْحَارِ
اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ
 … عِبَادَ اللهِ 
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Oleh: Ilma Insani Fadhlullah

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Khutbah Jum’at: Selektif Dalam Mengambil Ilmu"