Cinta Suci, Muliakan Diri

Tidak ada komentar 704 views

Cinta bukan sekedar ucapan lisan, yang berlalu tanpa makna. Ia membutuhkan pengorbanan sebagai bukti dari ketulusan, bahkan nyawa sekalipun rela ia taruhkan. Namun di balik itu semua ada cinta hakiki yang sejati, namun tak semua orang ketahui.

Imam An-Nawawi Al-Bantani mengatakan: “Makna cinta yang hakiki adalah menyakini Allah adalah Dzat yang Maha Terpuji atas segala sisi dan sifat-Nya, Kemudian yakin bahwa Allah memiliki tuntutan yang harus dijalankan oleh setiap hamba-Nya.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah pribadi ideal, teladan bagi seluruh manusia, terkhusus bagi umatnya. Kedudukannya begitu mulia, sehingga ketaatan untuk mengikuti sunnahnya menjadi bukti nyata untuk menilai seseorang sejauh mana ia cinta kepada Rabbnya. Sehingga ia menjadi tolak ukur kecintaan seseorang, sebesar apa kita melaksakan sunnahnya maka sebesar itu pula kita cinta terhadap Rabb kita.

Maka sudah sepantasnya kita yang mengaku beriman dan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya harus melaksanakan seluruh titah perintahnya. Dengan mengedepankan rasa ikhlas dan sabar untuk menjalankan seluruh sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam seluruh apek kehidupan, bahkan tak takut dengan resiko yang akan dihadapi.

Majalah An-Nur edisi 83 yang akan kami persembahkan pada kesempatan ini bertema tentang cinta. Sebuah perasaan yang Allah sebutkan dalam Al-Qur’an dan menjadi satu dari tolak ukur keimanan seseorang.

Penjelasan hakikat kecintaan yang kami tulis ini semoga dapat memberi sedikit pengetahuan sebagai bekal di kehidupan. Sebab, tersebab cinta kau mulia, namun karena cinta pula kau mendapat petaka.

Selamat Membaca …!

Dwonload Majalah:

Dwonload Juga Edisi Lainnya: 

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Cinta Suci, Muliakan Diri"